Wahrul Fauzi Silalahi Hargai Aksi Polda Lampung Ungkap Operasi Tambang Ilegal di Waykanan

Penegakan hukum yang tegas dan berani terhadap operasi tambang ilegal di Waykanan, Lampung, menghasilkan pujian yang tulus. Polda Lampung telah berhasil mengungkap praktik pertambangan emas dan batubara ilegal yang beroperasi di lahan sawit milik PTPN I regional 7. Pujian yang diberikan bukanlah dari sembarang pihak, melainkan dari anggota DPRD Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi.
Pengungkapan Kasus Tambang Ilegal
Operasi penegakan hukum yang dilakukan oleh Polda Lampung ini berhasil mengamankan 24 orang yang terlibat dalam operasi tambang ilegal tersebut. Tindakan tegas ini tentu menimbulkan dampak yang positif dan menjadi bukti nyata dalam upaya penegakan hukum di Indonesia.
Wahrul Fauzi Silalahi, anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Gerindra, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Polda Lampung dalam operasi ini. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dari kepolisian daerah Lampung yang bekerja sama dengan TNI.
Penghormatan dan Harapan
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pak kapolda beserta jajaran yang telah berhasil membongkar tambang ilegal yang menyebabkan kerusakan lingkungan serta merugikan negara,” kata Wahrul pada kamis, 12 Maret 2026.
Sebagai mantan Direktur LBH Bandar Lampung, Wahrul berharap bahwa keberhasilan ini dapat menjadi momentum untuk menegakkan hukum terhadap tambang-tambang ilegal yang lain.
Tambang Ilegal dan Dampaknya
Menurut Wahrul, tambang ilegal ini harus ditertibkan demi menjaga kelangsungan ekologis kita. Operasi tambang ilegal tidak hanya merugikan negara dari segi finansial, tetapi juga berdampak buruk terhadap lingkungan. Oleh karena itu, momentum ini harus dimanfaatkan oleh kepolisian Polda Lampung untuk menindak kasus serupa yang lain.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Banyak pihak menduga ada keterlibatan jaringan dan pemodal dalam kasus ini. Sehingga ia berharap jangan hanya pekerjanya saja yang ditangkap melainkan penyuplai modal dalam kasus ini.
“Jika benar demikian maka harus tuntas, jangan hanya yang bekerja saja,” tutupnya.