Gubernur Jambi Dorong Penguatan UMKM Sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi di Forum Business Matching 2026

Di tengah tantangan yang dihadapi oleh perekonomian global dan nasional, Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH, mengambil langkah proaktif untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar ketahanan ekonomi daerah. Dalam acara Jambi Business Matching Forum 2026, yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi serta Rumah BUMN Jambi, beliau menyampaikan pentingnya sinergi antara UMKM dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Peran Vital UMKM dalam Perekonomian Daerah
Pada forum yang berlangsung di Swissbell Hotel Jambi, Gubernur Al Haris menggarisbawahi bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi Jambi. Mereka berkontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi dari bawah. Namun, untuk mencapai potensi maksimal, mereka memerlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama dari BUMN yang berfungsi sebagai mentor dan fasilitator.
“UMKM kita memiliki potensi yang luar biasa. Mereka lahir dari masyarakat lokal, menciptakan banyak peluang kerja, dan berperan dalam memajukan ekonomi kita. Namun, banyak di antara mereka yang masih memerlukan pendampingan. Oleh karena itu, kehadiran BUMN dan pemerintah sangat penting untuk membina dan memperkuat mereka,” ungkap Gubernur Al Haris.
Dukungan Terstruktur untuk Pertumbuhan UMKM
Gubernur Al Haris menekankan bahwa dukungan yang diperlukan oleh pelaku UMKM harus bersifat terstruktur. Ini mencakup berbagai aspek, mulai dari permodalan, manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga akses ke pasar. Peran BUMN sebagai ‘bapak asuh’ sangat strategis dalam membantu UMKM untuk meningkatkan kelas mereka.
- Permodalan yang lebih baik dan mudah diakses.
- Peningkatan manajemen usaha melalui pelatihan.
- Pengembangan kualitas produk agar lebih kompetitif.
- Akses pasar yang lebih luas untuk produk lokal.
- Legalitas usaha yang jelas dan terjamin.
Tantangan Ekonomi Global dan Nasional
Di tengah pertemuan ini, Gubernur juga mencermati kondisi ekonomi yang dihadapi baik secara global maupun nasional. Beliau mencatat bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi menunjukkan angka positif, namun ada tantangan yang harus dihadapi. Dinamika efisiensi anggaran dan perubahan kebijakan fiskal nasional memengaruhi perputaran uang di daerah serta daya beli masyarakat.
“Kita bersyukur ekonomi Jambi masih menunjukkan pertumbuhan. Namun, kita juga harus jujur bahwa perlambatan mulai terasa. Perputaran uang di daerah tidak sebesar sebelumnya. Oleh karena itu, kita perlu memperkuat sektor riil, dan UMKM adalah salah satu pilar utama yang harus kita jaga,” tegasnya.
Peningkatan Kualitas Produk UMKM
Gubernur Al Haris mendorong agar produk-produk UMKM Jambi ditingkatkan dari segi kualitas, kemasan, standar produksi, dan legalitas. Harapannya, produk lokal tidak hanya sukses di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.
- Peningkatan standar kualitas produk.
- Pemanfaatan kemasan yang menarik dan informatif.
- Pemenuhan regulasi dan legalitas usaha.
- Penguatan branding untuk produk lokal.
- Strategi pemasaran yang lebih efektif.
Komitmen terhadap Produk Lokal
Gubernur Al Haris juga menekankan pentingnya dukungan terhadap produk dalam negeri sebagai bentuk nyata untuk memperkuat ekonomi daerah. Ia mengajak semua pihak untuk mencintai dan menggunakan produk lokal. “Kita harus bangga dengan produk Jambi. Jika kita tidak mendukungnya, siapa lagi yang akan melakukannya? Ketika BUMN, hotel, restoran, dan lembaga lainnya memberikan ruang bagi produk lokal, itu akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Pemberdayaan Melalui Program Pemerintah
Pemerintah Provinsi Jambi terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang bermanfaat bagi pelaku usaha kecil. Ini termasuk bantuan sarana usaha dan dukungan permodalan yang bertujuan agar UMKM semakin tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh gejolak ekonomi.
“Saya berharap hasil dari forum business matching ini tidak hanya berhenti pada seremoni atau penandatanganan nota kesepahaman semata. Kita perlu mewujudkan kerja sama konkret yang berkelanjutan,” tegas Gubernur Al Haris.
Harapan untuk Kerja Sama yang Berkelanjutan
Dalam penutup sambutannya, Gubernur mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan. “Mari kita bergandengan tangan. UMKM tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir untuk memastikan mereka tumbuh, naik kelas, dan menjadi kekuatan utama menuju Jambi Mantap,” pungkasnya.
Strategi Sinergi Antara UMKM dan BUMN
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Kemas Muhammad Fuad, menjelaskan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi UMKM secara terstruktur dan terarah. Langkah konkret diperlukan untuk menyinergikan tiga pilar utama: BUMN sebagai entitas pengadaan strategis, sektor perhotelan dan restoran sebagai pengguna produk, serta UMKM sebagai produsen lokal.
“Kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi terfokus pada interaksi bisnis yang nyata melalui pemetaan kebutuhan pasar dan penjajakan kerja sama langsung. Kami juga terus mendorong peningkatan kualitas, kapasitas produksi, branding, serta legalitas usaha UMKM,” jelas Fuad.
Komitmen Pemerintah dalam Pendampingan UMKM
Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen untuk memberikan pendampingan melalui program pelatihan, fasilitasi sertifikasi, akses pembiayaan, dan promosi produk lokal agar UMKM mampu bersaing dan berkelanjutan. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa UMKM dapat berkontribusi secara optimal terhadap perekonomian daerah.
Kolaborasi Strategis Rumah BUMN Jambi
CEO Rumah BUMN Jambi, Deko Sanjaya, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan kolaborasi strategis antara Rumah BUMN Jambi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi. Sebanyak 29 UMKM unggulan ikut berpartisipasi, terdiri dari UMKM binaan Rumah BUMN Jambi, Dinas Perindag, dan BUMN lainnya.
“Kami berharap forum ini tidak hanya menghasilkan transaksi bisnis, tetapi juga membangun kemitraan, kepercayaan, dan jejaring usaha yang berkelanjutan. Tujuan besarnya adalah menciptakan ekosistem usaha yang kokoh di Provinsi Jambi,” ujar Deko.
Implementasi Nota Kesepahaman
Melalui Jambi Business Matching Forum 2026, Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor. Penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara BUMN dan pelaku UMKM menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pasar dan memperkuat rantai pasok lokal.
- Rumah BUMN Jambi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia.
- PT. PLN (Persero) UP3 Jambi dengan Madu CLB.
- PT. PLN (Persero) UPT Jambi dengan Batoku.
- PT. PLN Indonesia Power UBP Jambi dengan PT. Dmoroy Kreasi Alam Nusantara.
- PT. Pegadaian (Persero) dengan Omera Flora.
Selain itu, penandatanganan ini memastikan bahwa produk UMKM dapat terserap dalam ekosistem pengadaan BUMN dan sektor jasa, sehingga memberikan manfaat langsung bagi perekonomian lokal.
Dengan demikian, Jambi Business Matching Forum 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Jambi untuk terus mendorong penguatan UMKM sebagai pilar utama dalam menciptakan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan di wilayah tersebut.


