
Angka pengangguran di kawasan industri, terutama di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan utama anggota DPRD setempat. Meskipun kawasan ini telah bertransformasi menjadi pusat industri, kenyataan menunjukkan bahwa banyak masyarakat lokal masih terjebak dalam kondisi pengangguran. Dalam agenda reses yang berlangsung di Desa Bojong Raharja pada Jumat, 4 Juni 2026, berbagai aspirasi dan isu masyarakat dibahas secara mendalam, dengan fokus khusus pada tantangan ketenagakerjaan yang dihadapi warga.
Pentingnya Kegiatan Reses dalam Menghimpun Aspirasi Masyarakat
Kegiatan reses merupakan momen penting bagi anggota DPRD untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dalam acara tersebut, anggota Komisi IV mencatat berbagai keluhan dan harapan dari warga. Dari isu kebencanaan hingga kebutuhan infrastruktur dan layanan kesehatan, semua aspirasi ini menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan program pemerintah daerah.
Dalam konteks ini, salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah tingginya risiko bencana yang dihadapi oleh Desa Bojong Raharja. Dengan kondisi geografis yang rawan bencana, masyarakat berharap adanya langkah-langkah konkret untuk memperkuat sistem mitigasi dan penanganan bencana. Aspirasi ini tidak hanya mencerminkan kesadaran akan risiko, tetapi juga kebutuhan akan perlindungan yang lebih baik.
Isu Kesehatan dan Infrastruktur yang Perlu Diperhatikan
Selain masalah kebencanaan, masyarakat juga menyampaikan harapan terkait sektor kesehatan dan infrastruktur. Walaupun jalan di desa tersebut dianggap dalam kondisi baik, masih ada beberapa titik yang membutuhkan perbaikan dan pemeliharaan agar aktivitas sehari-hari warga tetap berjalan lancar.
Tingginya Angka Pengangguran di Kawasan Industri
Salah satu isu paling mendesak yang muncul dalam reses adalah tingginya angka pengangguran di sekitar kawasan industri. Fenomena ini sangat kontras dengan harapan bahwa keberadaan industri seharusnya dapat menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa banyak masyarakat masih belum mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Industri hendaknya mampu memberikan dampak yang nyata, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal. Ini adalah hal yang sangat kami perhatikan,” tegas anggota DPRD yang hadir dalam acara tersebut. Hal ini menegaskan komitmen mereka untuk memastikan bahwa industri tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Langkah Koordinasi untuk Mengatasi Pengangguran
Untuk mengatasi permasalahan pengangguran, Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi akan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, serta pihak perusahaan. Tujuannya adalah memastikan bahwa masyarakat setempat menjadi prioritas dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
- Koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.
- Melibatkan perusahaan dalam rekrutmen lokal.
- Mendorong transparansi dalam proses perekrutan.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peluang kerja.
- Mendorong pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja lokal.
Pentingnya Regulasi Ketenagakerjaan yang Kuat
DPRD juga menekankan perlunya penguatan regulasi daerah terkait ketenagakerjaan. Penerapan aturan yang lebih tegas dirasa sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat lokal mendapatkan akses yang lebih baik terhadap peluang kerja di sekitar kawasan industri.
“Kami ingin ada regulasi yang lebih kuat agar masyarakat lokal mendapatkan kesempatan kerja yang lebih besar. Ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tambahnya, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat adalah kunci untuk menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Transparansi dan Keadilan dalam Proses Perekrutan
Anggota DPRD juga mengingatkan perusahaan untuk bersikap transparan, adil, dan kooperatif dalam proses perekrutan tenaga kerja. Jika ditemukan adanya pelanggaran dalam proses ini, DPRD tidak akan ragu untuk mendorong tindakan sesuai aturan yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan berkeadilan bagi masyarakat sekitar.
Prioritas Pembangunan Daerah di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan, anggota DPRD menegaskan bahwa pembangunan daerah harus tetap berjalan dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kebutuhan riil masyarakat. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi agar setiap program yang dijalankan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan reses ini merupakan bagian dari upaya DPRD untuk menjembatani aspirasi masyarakat. Dengan mengumpulkan berbagai pendapat dan harapan, diharapkan kebijakan pembangunan daerah dapat berjalan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam konteks pengangguran di kawasan industri, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor industri menjadi sangat penting. Hanya dengan kolaborasi yang baik, masalah pengangguran dapat diatasi, dan masyarakat dapat menikmati manfaat dari keberadaan industri yang ada di sekitar mereka.
Dengan demikian, harapan akan penyerapan tenaga kerja lokal di kawasan industri bukanlah sekadar impian, tetapi suatu kebutuhan yang harus diwujudkan melalui kebijakan yang tepat dan kerjasama yang sinergis.




